19 November, 2008

Ahli geologi menemui 'lantai dansa dinosaurus'


oleh : Ria Nurdiani

SALT LAKE CITY (AP): Ahli Geologi menyatakan telah menemui tapak binatang prasejarah seluas tiga perempat bahgian yang digali.

Mereka menyebutnya “lantai dansa dinosaurus.” Kawasan arkeologi yang terletak di sepanjang bagian Arizona hingga Utah memberi petunjuk baru mengenai kehidupan dinosaurus yang hidup 190 juta tahun lalu.

Sebelum ini,kawasan arkeologi itu seluas seperti Gurun Sahara. Lebih dari 1.000 jejak ditemukan di sana. Dilaporkan daerah itu dulu merupakan sebuah oasis. Jejak kaki itu dapat membantu pengkaji memahami bagaimana dinosaurus bisa hidup di daerah yang kering dan tidak mungkin dihuni ini, ungkap Marjorie Chan, profesor geologi dari Universitas Utah. "Mungkin daerah ini tidak seperti yang kami kira," tambahnya.

Penemuan ini semakin mendukung kawasan itu sebagai lokasi utama dinosaurus. Peneliti memperkirakan terdapat lebih dari 1.000 jejak di situs yang termasuk dalam kawasan lindung Vermilion Cliffs National Monument. Di beberapa tempat, ada sekitar satu lusin jejak kaki di lahan berbentuk persegi.

"Itu merupakan tempat yang paling menarik perhatian banyak orang, seperti sebuah lantai dansa," kata Chan.

Para peneliti mengidentifikasi empat jenis jejak berbeda di batuan itu, tapi belum memutuskan spesies mereka. Beberapa jejak--satu diperkirakan berlubang akibat erosi--berukuran 16 inci dan memiliki tiga jari dan tumit. Lainnya lebih kecil dan bulat. Di situs itu juga ditemukan tanda buntut yang jarang.

Winston Seiler, yang mempelajari situs tersebut untuk tesisnya, mengatakan kalau kawasan ini mungkin merupakan tempat berkumpul bagi dinosaurus dewasa dan remaja. Bisa saja para dinosaurus singgah di situs sebelum melanjutkan perjalanan. Seiler membayangkan kalau dinosaurus "senang berada di tempat ini." Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Palaois edisi Oktober. (tw)

Amrozi Dkk Bukan Mujahid


Belakangan ini beredar SMS dengan isi, heli yang membawa mayat Amrozi cs diikuti burung bertulisan lafaz "Allah" dan kuburan mereka -kata SMS itu- harum, kendati tidak ditaburi bunga. Terlepas apakah kabar burung itu benar atau tidak, SMS tersebut ingin menegaskan Amrozi cs sebagai mujahid dan bukan teroris.

Pandangan semacam itu diperkuat dengan penyambutan kedatangan jenazah Amrozi dan Mukhlas di desa kelahirannya di Lamongan pada 10 November 2008 yang dielu-elukan sebagai mujahid oleh sebagian masyarakat atau kelompok muslim. Dalam ungkapan lain, mereka menganggap bahwa tindakan Amrozi cs meluluhlantakkan daerah Legian, Bali, dan membunuh ratusan penduduk sipil -termasuk turis asing- pada 12 Oktober 2002 enam tahun lalu adalah benar.

Keterjebakan masyarakat ke dalam pandangan tersebut memperlihatkan adanya sebagian masyarakat yang belum memahami konsep jihad secara utuh. Mereka terperangkap dalam keberagamaan naif yang menyikapi ajaran agama secara parsial dan distorsif. Pandangan seperti itu niscaya dibincang lebih jauh dalam kerangka konsep jihad sebagaimana dalam Alquran dan Sunah Rasul serta pandangan ulama sepanjang kesejarahan umat Islam. Perbincangan itu diharapkan dapat mengantarkan kita untuk tidak terlalu gegabah dalam melihat persoalan dan menggunakan simbol-simbol agama, apalagi untuk hal-hal yang justru akan menohok Islam dan merugikan umatnya serta seluruh manusia.

Hakikat Jihad

Sejak awal hingga saat ini, Islam menegaskan bahwa jihad bukan sinonim kata qital dan harb (perang/perlawanan fisik). Dalam Alquran, qital selalu merujuk pada pertahanan diri dan perlawanan fisik serta baru muncul pada periode Madinah, sedangkan jihad memiliki nuansa kekayaan makna sebagai ajaran agama sejak periode Makkah. Hal itu dapat dilacak, antara lain, dari ayat 25 surat Al-Furqan yang menyuruh umat Islam berjihad terhadap kaum musyrik Makkah dengan menggunakan Alquran. Karena ayat tersebut turun di Makkah, jihad yang dimaksudkan di sini jelas bukan perlawanan fisik, tapi argumentasi dan sejenisnya.

Kekayaan makna jihad juga disebutkan, antara lain, dalam Musnad Imam Ahmad yang menyatakan, orang yang disebut mujahid adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya untuk menaati ajaran Allah. Juga dalam Sunan Imam Nasa-i yang menegaskan, jihad orang dewasa maupun yang belum, laki-laki atau perempuan, dan yang kuat maupun lemah adalah melakukan haji dan umrah. Makna tersebut jelas berbeda dengan qital yang baru diizinkan ketika umat Islam hijrah ke Madinah. Tujuan jihad model itu semata-mata untuk pertahanan diri serta mutlak harus dibingkai etika luhur.

Makna jihad yang sangat luas itu ditegaskan Hossein Nasr (2005). Dalam pandangannya, segala upaya keras yang berpijak pada moralitas luhur, termasuk salat, puasa, haji, pengentasan masyarakat dari kemiskinan, adalah jihad. Dalam perspektif tersebut, Khaled Abou El Fadl (2005:21) meletakkan jihad sebagai powerful symbol bagi ketekunan, kerja keras, dan keberhasilan. Sampai derajat tertentu, jihad memiliki keserupaan dengan etika Protestanisme. Melalui jihad itu, umat Islam dalam sejarahnya merajut peradaban dan menggapai puncak prestasi dalam ilmu humaniora, keagamaan, dan sains.

Kalaupun jihad pada masa-masa awal sering berkonotasi qital, hal ini tidak terlepas dari kondisi dunia masa itu. Arab, Byzantium, Parsi, dan lainnya saat itu dalam state of war. Realitas tersebut menjadikan Rasulullah (SAW) dan umat Islam setelah hijrah ke Madinah diizinkan untuk melakukan perlawanan terhadap kaum politeis/musyrikun. Namun, qital-jihadi (jihad perlawanan fisik) diizinkan sebatas untuk pertahanan dan pembelaan serta pembebasan diri dari belenggu penindasan. Lebih dari itu, pengaitan perlawanan dengan jihad menunjukkan, perlawanan tersebut harus tetap berpijak pada keluhuran etika-moral dan merupakan cara terakhir manakala upaya lain sudah tertutup sama sekali.

Di tangan para fuqaha (ahli hukum Islam) -baik Sunni maupun Syiah- persyaratan qital-jihadi dirumuskan dengan sangat ketat. Berpijak pada Alquran dan Sunah Rasul, mereka menegaskan, perlawanan fisik yang dilakukan umat Islam sama sekali tidak boleh diarahkan kepada penduduk sipil dan lingkungan hidup. Apalagi, sasarannya para turis, yang menurut Al-Qardhawi, bukan hanya tidak boleh diserang, tapi juga jangan sampai diganggu. Selain itu, hanya pemimpin yang berhak untuk menyatakan pemberlakuan dan penegakan jihad-qitali. Dalam konteks Sunni, pemimpin yang dimaksud adalah kepala negara, sedangkan dalam perspektif Syiah adalah imam.

Memperjelas hal itu, al-Jabiri (2003) menegaskan, ayat-ayat pedang (qital) -yang sering disalahgunakan kelompok muslim tertentu untuk melakukan terorisme- sangat kontekstual dengan kondisi umat Islam saat itu. Bahkan, al-Faqih Abu Bakr ibnu Arabi -sebagaimana dikutip al-Jabiri- menyatakan, makna kaum kafir dalam ayat-ayat yang berhubungan dengan perang adalah kaum kafir Makkah. Dengan demikian, kaum kafir saat ini, apalagi nonmuslim yang lain, tidak bisa serta-merta disikapi sama seperti kaum kafir Makkah.

Jika hal itu ditarik ke konteks kekinian, saat dunia tidak lagi berada dalam state war dan konflik antar duanegara atau lebih harus melalui badan internasional, pada satu pihak qital-jihadi niscaya lebih diperketat dari aspek syarat, proses, dan lain sebagainya. Pada pihak lain, jihad dalam makna yang komperehensif, humanistis, dan bermoral perlu disebarluaskan.

Bertentangan dengan Jihad

Pelacakan makna jihad mengantarkan pada kesimpulan, serangan yang dilakukan Amrozi cs sama sekali tidak memiliki kaitan, bahkan bertentangan, dengan jihad. Dilihat dari proses dan sasaran yang mereka lakukan, mereka bukan hanya tidak sebagai mujahid, tapi juga mereka berada dalam posisi yang berseberangan diametral dengan nilai-nilai jihad.

Melihat keterperangkapan sebagian masyarakat ke dalam pemaknaan jihad parsial dan distorsif, umat Islam Indonesia mutlak meletakkan konsep tersebut sesuai dengan substansi ajaran Islam. Seiring itu, pembumian jihad melalui kerja-kerja kemanusiaan, mulai pemberantasan korupsi hingga kemiskinan dan kebodohan (pembodohan), niscaya untuk dijadikan praksis jihad umat Islam dari saat ke saat.

Abd. A'la , guru besar IAIN Sunan Ampel, Surabaya

Masalah psikologi bila kerap didera

Pak, sejak saya rajin tune in ke siaran radio Bapak, serta mengikuti juga tulisan-tulisan Bapak melalui website Bisnis Indonesia, motivasi dan cara berpikir saya perlahan berubah ke arah yang lebih baik.

Namun, hingga kini masih ada perasaan yang belum dapat saya arahkan ke arah positif. Masalahnya, tujuh hari dalam seminggu saya harus terus bekerja, Senin sampai Jumat sibuk di kantor mengejar kerjaan yang lumayan padat, terus Sabtu dan Minggu sibuk di rumah mulai dari mengurusi rumah sampai membantu usaha ibu. Sampai-sampai saya sepertinya tidak punya waktu untuk mengurusi diri sendiri dan berinteraksi dengan dunia luar.

Terkadang karena terlalu lelah saya sering sakit. Sepertinya, kalau demam sudah seperti makanan sehari-hari. Kadang terpikir untuk melepas kerjaan di rumah dan berhenti membantu ibu, tetapi rasanya tidak tega karena nyatanya hanya saya yang bisa diandalkan dalam keluarga.

Mohon petunjuk dari Bapak bagaimana saya dapat mengatur aktivitas saya yang terlalu padat tersebut. Terima kasih sebelumnya. Salam antusias.

Rini, Jakarta
(Rini____@yahoo.com).

Jawaban

Mbak Rini,
Saya pernah cerita, seorang tokoh terkenal dalam psikologi bernama Martin Seligman, pernah mengadakan penelitian dengan binatang anjing untuk meneliti soal ketidakberdayaan (helplessness).

Binatang-binatang itu dimasukkan dalam kerangkeng dan diberi aliran listrik. Awalnya binatang itu bisa keluar, tetapi lama-kelamaan peluang itu ditutup. Mereka terus saja diberikan aliran listrik. Hingga setelah sekian lama dan merasa bahwa 'itu sudah nasibnya', binatang itu pun lantas berhenti berusaha keluar dan duduk mengerang, menerima nasibnya disengat.

Tak lama kemudian, pintu peluang keluar dibuka kembali. Apa yang terjadi? Karena merasa tidak ada gunanya mencoba berusaha, maka anjing-anjing itu tetap duduk diam saja, tanpa berusaha mencoba keluar.

Nah, apakah yang bisa dipelajari dari ekperimen ini bagi situasi Anda? Minimal ada dua hal. Pertama, bahwa kita sebenarnya selalu punya pilihan. Selalu tersedia pilihan buat kita kalau kita mau mencarinya, kecuali kita mau menerima nasib kita begitu saja, seperti yang dilakukan oleh binatang tersebut. Kedua, kalaupun cara pertama kita gagal, tidak berarti kita harus menerima begitu saja dan terus-menerus menderita.

Bagaimanakah penelitian ini bisa memberikan pelajaran bagi situasi Anda? Ada beberapa poin yang ingin saya kemukakan. Pertama, banyak orang yang tahu dirinya punya masalah tetapi tidak berusaha keluar dari masalahnya. Inilah yang kita sebut sebagai ketidakberdayaan (helplessness).

Celakanya, mereka bahkan memberikan pembenaran bahwa memang sudah nasib atau sudah takdir dirinya harus demikian. Namun, di sisi lain, sama seperti anjing itu, mereka terus-menerus mengerang dan mengeluh tentang kondisi mereka. Hal ini mirip dengan situasi Anda sekarang Apalagi, sampai Anda katakan bahwa karena harus berfokus pada dua pekerjaan yang amat menyita waktu itu, tubuh Anda pun menjadi langganan penyakit.

Namun, sedikit catatan menyangkut penyakit ini, kadang pikiran kita juga ikut mempengaruhi. Kalau memang kita kurang suka, biasanya tubuh kita pun memberikan reaksi negatif. Coba tanya kepada diri Anda sendiri, bisa jadi rasa sakit itu merupakan manifestasi dari perasaan jenuh dan kesal dengan kondisi pekerjaan sekarang.

Pilihan

Sekarang mari kita bicara soal pilihan Anda. Yang jelas, kita bukanlah seperti anjing dalam penelitian yang harus menerima begitu saja tatkala disengat. Kita bisa membuat pilihan, misalnya bicara dengan ibu Anda.

Saya teringat dengan salah satu kasus rekan saya yang diminta praktik bersama dengan ayahnya di suatu klinik. Bertahun-tahun dia merasa tersiksa hingga akhirnya dia bicara. Tahu reaksi bapaknya? "Kok kamu baru bilang sekarang. Saya pikir kamu malahan senang praktik dengan saya."

Bayangkanlah situasinya. Masalahnya adalah ternyata si anak itu sendiri tidak pernah bicarakan soal ganjalannya. Sama seperti situasi Anda, mungkin justru dengan mencari timing yang tepat untuk bicara dengan ibu Anda bisa didapatkan solusi yang tepat, misalnya apakah dengan mencari pembantu lain yang bisa bantu mengurus usaha?

Tapi yang terpenting adalah kembali kepada diri Anda Mbak Rini. Sampai kapan Anda bersedia menerima kondisi ini? Mungkin ini juga suatu kesempatan bagus bagi Anda untuk mulai berpikir apakah selamanya bekerja di kantor atau akhirnya akan fokus membantu usaha ibu.

Cobalah tanyakan pada hati kecil Anda, apa yang paling Anda sukai. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Kalau sudah demikian, buatlah langkah kecil yang mengarah ke pilihan Anda tersebut. Misalkan, kalau ternyata Anda lebih berat memilih membantu usaha Ibu, berarti pelan-pelan Anda akan meninggalkan pekerjaan. Nah, kalau demikian pikirkan berapa lama kira-kira Anda akan bekerja lagi. Dan bagaimana Anda mulai akan memfokuskan pada usaha ibumu?

Atau, kalau pilihan Anda adalah meniti karier di kantor, berarti menuntut Anda untuk memikirkan bagaimana membatu usaha ibu secara moril saja ke depannya. Mulai sekarang harus dipikirkan siapa yang diperbantukan ke usaha ibu?

Pilihan paling berat adalah tetap mempertahankan posisi sekarang dengan berpijak ke dua kaki, mengurusi usaha ibu sambil bekerja. Sebenarnya saya yakin keduanya bisa diintegrasikan, hanya saja butuh usaha yang ekstra dari Anda serta cara mengelola waktu dan disiplin yang berbeda.

Kalau mau tetap ingin pilihan keduanya jalan seimbang, kiatnya hanya satu, mendisiplinkan diri dalam waktu bekerja dan bekerja dengan lebih smart lagi. Tanyakan dua hal di sini, pertama bagaimana saya bisa mengatur waktu yang lebih efektif lagi. Kedua, bagaimana cara kerja saya sekarang ini, bisa dibuat menjadi lebih cerdik sehingga akhirnya bisa punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri?

Mungkin di sinilah Anda harus mencoba mencari pembantu, belajar mendelegasikan pekerjaan, menciptakan sistem yang lebih mudah. Intinya, Anda punya pilihan! Lihatlah kembali bagaimana cara dan kebiasaan Anda menata hidup Anda dan rancang lebih baik serta lebih cerdik lagi. Hidup ini terlalu sayang dilewati dengan hal-hal yang kita tidak sukai sambil terus meratapi, sementara mungkin ada pilihan lain yang tersedia buat kita.

PASCA G-20 SUMMIT : KRISIS EKONOMI SEMAKIN BURUK!

PASCA G-20 SUMMIT : KRISIS EKONOMI SEMAKIN BURUK!


Eurozone dengan beberapa negara di dalamnya seperti Belanda, Jerman dan Sepanyol telah secara rasmi masuk dalam situasi meleset, dimana kondisi meleset antara pertumbuhan stagnan (0%) seperti yang terjadi di Sepanyol hingga penurunan kinerja ekonomi seperti yang dialami Jerman (-0,5%).

Amerika Syarikat lebih dulu dipastikan akan mengalami kondisi yang sama. Di Asia, Singapura menjadi negara yang cukup menonjol mengalami kemelesetan. Dan yang terbaru adalah raksasa ekonomi Jepun secara rasmi juga masuk dalam kelompok ekonomi meleset.

Berita paling akhir (17 November 2008) juga menyebutkan, Citigroup yang kini sebagai bank terbesar kedua di Amerika setelah Bank of America, mengumumkan akan membuang pekerjanya sebanyak 53,000 orang.

Industri automobil Amerika sudah menjerit kesulitan kerana tidak cukup wang untuk pengeluaran, situasi ini semakin menghantui angka pengangguran Amerika yang telah mencapai 7.7% saat ini (survey Fedres Bank of Philadelphia).

Kondisi ini menjadi fakta yang kontradiktif (jika tak mau dikatakan lucu), kerana baru saja sehari pertemuan G-20 selesai dengan kesepakatan yang begitu ketat, ternyata banyak anggotanya "menjerit" setelah itu.

Lihat saja kesepakatan yang disebut-sebut sebagai The Bretton Woods II, ternyata tidak meningkatkan kepercayaan pasaran, bahkan membuat pasaran Dow Jones kembali menjunam 200 mata.

Kita sekarang seperti sedang terjun bebas tanpa parasut, yang bisa kita lakukan cuma mengira-ngira seperti apa posisi jatuh yang paling "enak"; tengkurap, berdiri, duduk atau apa.

Atau mungkin sedikit berdoa, kalau-kalau landasan mendarat kita terbuat dari tilam yang paling empuk. Tapi tetap saja pertanyaan kita saat terjun ini adalah, dimana dasar-nya dan bila kita akan sampai ke dasar?

Saya jadi ingat kalimat berbau syair-nya Emha Ainun Najib:

“Kalau pohon sakit itu ada tiga kemungkinan untuk diperbaiki; pertama, ubati pohon itu jika masih memungkinkan untuk sembuh. Kedua, jika tidak bisa diubati, maka cabut saja pohon itu dan gantikan dengan pohon baru, tapi mencabut pohon lama pasti menyakitkan.

Ketiga, jika menyakitkan pohon yang ingin dicabut, maka biarkan saja pohon itu mati dan membusuk, lalu dari kebusukan pohon itu pasti akan ada organisme pohon baru yang akan tumbuh.

Nah, apakah yang kita mahu perlakukan tentang krisis ekonomi ini? Sudah beberapa bulan ini ubatnya tidak membuat kondisi semakin baik; bailout, penjaminan, suku bunga sampai dengan komitmen, semuanya mentah!

Bagaimana kalau kita cabut sistem yang ada, revolusi! Pasti banyak kapitalis yang pasang badan dan siap untuk "berperang". So, kita tunggu aja kebusukannya, kehancurannya, kemusnahannya...

Diterjemah dari karya Ali Sakti, Indonesia.

Najib tak boleh diam

walaupun rahsia najib dollah pegang. Walau ugutan KJ dengan segala bukti ada pada mereka, najib kena tahu cara nak bertindak. najib tak boleh diam . kena ingat , Najib dah menang jadi presiden. Apa takut dengan dollah. Teruk jadinya politik UMNO kalau asyik play safe. Suasana negara dah lak nak pitam. ekonomi dah lak berlengkar nak merudum, Najib kena duduk sebentar. Pikir kan pasal muhyidin. Dia tak boleh dibiarkan sorang-sorang. Kami dah dengar banyak cerita dah hebahan yang orang-orang najib dah disuruh pulaukan TS mahyudin.Benar ke najib kau nak dormankan mahyuddin. atau najib tak berminat dengan mahyuddin. Kenapa diam membisu seribu bahasa.Mahyuddin dah tolong kamu. Tapi kamu diam membisu seribu bahasa juga atau kamu memang dah tak berhajat nak berkawan dengan mahyuddin. Kan itu tak setiakawan. Kau kena jaga-jaga sikit orang kau. Jangan bercakap ikut sedap mulut saja. atau Ini semua kerja pancing orang pak lah, mengadu domba orang najib dengan mahyuddin supaya kalau kedua bercekau dan berlaga senag paklah nak ketuk kepala sapa-sapa. SU paklah dah gosok paklah setiap masa nak set mahyuddin. Nak keluarkan mahyuddin dari kabinet. Jika ini berlaku, pemimpin dengan pemimpin akan bercakar antara mereka seperti yang berlaku selama 50 tahun yang berlalu, maka benarlah persepsi orang ramai Umno tidak lama lagi akan menjadi tidak relevan. dan yang terima seranahnya najib. Bapa membina UMNO anak meruntuhkan UMNO.

Dasar Bumi Hijau benteng krisis ekonomi


Hishamuddin Rais | Oct 17, 08 4:19pm
Hari ini ekonomi kapitalis sedang menghadapi satu krisis yang amat besar. Kemungkinan dunia kita dibawa kembali ke zaman meleset sama seperti tahun 1929 cukup cerah.

Ahli-ahli Kongres Amerika Syarikat telah meluluskan dana negara sebanyak 700 bilion dolar untuk membantu lembaga-lembaga bank yang berkemungkinan jatuh muflis. Di Britain, Gordon Brown telah juga meluluskan 500 bilion pound untuk tujuan yang sama.

Sebuah lembaga penyimpan/peminjam dana – Northern Rocks – telah dimiliknegarakan oleh kerajaan Parti Buruh.

Dari mana asal-usul krisis yang menghimpit ekonomi kapitalis ini?

Semua ini berpunca daripada asas ekonomi kapitalis yang mengajukan dasar neoliberalisma. Ertinya ekonomi kapitalis yang mengetepikan peranan daulah dan membuka pasaran bebas.

Amerika Syarikat negara kapitalis terunggul di dunia telah mengetepikan sistem wang yang bersandarkan emas. Ini berlaku pada tahun 1971 apabila presiden Nixon memansuhkan Perjanjian Bretton Woods.

Perjanjian ini dimansuhkan ketika kuasa imperial Amerika Syarikat sedang melancarkan perang kolonial terhadap Vietnam, Laos dan Kamboja. Perang Indo-China ini telah membocorkan dan mengoyak-rabakkan ekonomi negara itu.

Berbilion-bilion dolar telah digunakan dalam usaha sia-sia untuk mengalahkan gerakan nasionalis bawah pimpinan Ho Chi Minh. Perang memerlukan perbelanjaan yang amat tinggi – nyawa dan harta benda.

Yang menjadi ganti Perjanjian Bretton Woods ialah Dolar Amerika. Negara-negara kapitalis terutamanya di Asia, Afrika dan Amerika Latin telah dipaksa menerima pakai ‘fiat money’ yang hanya bersandarkan kepada kekuatan ekonomi Amerika.

Justeru semua jual beli di antara negara-negara kapitalis terutama jual beli bahan bakar petroleum wajib menggunakan dolar Amerika.

Hasil awal daripada tindakan dasar ini telah menyelamat ekonomi Amerika yang mula merundum pada tahun-tahun 1970-an. Ekonomi kapitalis Amerika dapat bernafas semula dan berkembang.

Rupa-rupanya langkah Nixon itu hanya untuk membeli masa. Tiga puluh tahun kemudian, semuanya berulang kembali.

Amerika kini sedang melancarkan perang kolonial terhadap Iraq dan Afgahnistan. Kalau pada 1971 Perang Vietnam melimpah ke Laos dan Kamboja, kini tahun 2008 Perang Iraq-Afghanistan telah melimpah ke Iran dan Pakistan.

Sebelum serangan ke atas Iraq bermula, Rumah Putih secara ‘romantik' telah memberi anggaran 50 bilion dolar sebagai belanja perang. Hari ini angka rasminya telah mencecah hampir 600 bilion dolar.

Perang di Iraq memerlukan 300 juta dolar sehari. Ada yang menganggarkan di antara 1 hingga 2 bilion dolar seminggu digunakan di Iraq.

Seorang pakar ekonomi Linda Bilmes dari Kennedy School of Government di Harvard, dan pakar ekonomi Joseph Stiglitz pemenang hadiah Nobel yang juga bekas penasihat ekonomi Bill Clinton telah meletakkan harga 2 trilion dolar sebagai belanja perang di Iraq hingga ke hari ini.

Justeru, peperangan di Iraq dan Afghanistan sedang mengancam ekonomi Amerika dan ekonomi dunia kapitalis – sama seperti ancaman di zaman Perang Vietnam dahulu.

Dalam masa yang sama, dasar neoliberal juga telah memberi ancaman. Banyak peraturan jual-beli, peraturan urus niaga yang menjaga kepentingan negara-negara kecil telah dilupuskan atas paksaan perjanjian Pertubuhan Perdagangan Dunia (WTO) atau atas nasihat Bank Dunia.

WTO dan Bank Dunia adalah dua lembaga yang diwujudkan oleh kuasa imperial Amerika untuk memastikan kepentingan ekonomi Amerika berjalan lancar tanpa gangguan. Dua lembaga ini menganjurkan dasar-dasar neoliberal dan memastikan pasaran dibuka seluas mungkin untuk kaum pemodal.

Peraturan dan perjanjian yang dilihat tidak menguntungkan kaum pemodal akan dihapuskan. Negara-negara Dunia Ketiga tidak dapat bertahan daripada serangan dasar penswastaan yang dipaksakan ke atas mereka oleh WTO dan Bank Dunia.

Selain perbelanjaan perang dan dasar neoliberal ini, ekonomi kapitalis juga sedang berhadapan dengan masaalah struktur sistem kapitalis itu sendiri. Di zaman meleset pada 1929, Amerika tidak berperang tetapi berhadapan dengan masalah keyakinan terhadap lembaga-lembaga bank.

Kali ini keyakinan terhadap lembaga bank datang kembali bersama bencana perang – kedua-duanya datang sekali gus. Memang betul jika diperhatikan ekonomi kapitalis ini ada putaran jatuh-bangun setiap sepuluh tahun – 1974, 1988, 1997, 2008 - tetapi kali ini berbeza.

Kali ini bukan hanya pusingan krisis sepuluh tahun sekali lagi - ia lebih daripada itu.

Dunia kapitalis bukan sahaja berhadapan dengan pengeluaran yang berlebihan, malah strukturnya telah hampir hancur. Rakyat dunia tidak lagi mahu menerima dolar sebagai wang tukaran. Apabila dolar tidak lagi di yakini, maka nilai dolar jatuh.

Dalam suasana nilainya jatuh, Rezab Persekutuan – badan swasta yang berhak mengeluarkan dolar – mengambil jalan pintas. Bank pusat Amerika Syarikat itu terus mencetak dolar untuk dijadikan bahan eksport utama negara itu. Hasilnya, ada lambakan dolar di pasaran dunia.

Apabila dolar melambak, maka nilainya semakin merosot - samalah seperti apa yang pernah terjadi kepada ibu dan ayah kita dengan duit Batang Pisang di zaman Jepun menjajah Tanah Melayu pada 1941-1945.

Untuk memastikan dolar terus diterima pakai, kuasa imperial menggunakan ancaman kekuatan tentera untuk memastikan jual-beli terutama bahan bakar petrol akan terus dinilai dengan dolar. Harus diingat, salah satu sebab kenapa Saddam Hussein dijatuhkan ialah kerana presiden Iraq itu telah meninggalkan dolar dalam jual beli minyak.

Iran, yang kini dianggap musuh, telah juga meninggalkan dolar dan beralih kepada Euro dalam hal jual beli petrol. Langkah yang sama juga sedang diambil oleh Russia. Langkah meninggalkan dolar negara-negara ini terus membantu penurunan nilai mata wang itu.

Satu lagi musibah yang sedang menyerang sistem ekonomi kapitalis ialah munculnya perniagaan bentuk baru. Perniagaan ini bukan membuat sesuatu atau menghasilkan sesuatu barangan. Kalau kita memotong getah, hasilnya ialah getah. Kalau kita memburuh dengan menanam padi, hasilnya beras.

Perniagaan bentuk baru - tidak membuat apa-apa barangan - ia hanya membuat spekulasi tentang tentang harga barangan masa depan dan nilai mata wang dari sebuah negara ke sebuah negara. George Soros, nama yang dikenali di Malaysia hanya salah seorang daripada beratus-ratus peniaga bentuk ini.

Perniagaan ini lebih tepat kalau kita kenali sebagai perjudian. Berniaga mata wang ini tidak produktif. Ia tidak menghasilkan apa-apa barangan. Jenis perniagaan ini muncul hasil dasar neoliberalisma. Peniaga jenis ini akan berbondong-bondong ke hulu ke hilir dalam dunia global mencari pasaran untuk berjudi.

Kita tidak nampak mereka kerana semuanya bersarang di Wall Street, New York dan London. Mereka bebondong-bondong tetapi tidak bergerak. Mereka hanya mengalihkan angka dana melalui internet. Tidak ada wang ringgit yang masuk, tetapi jika mereka menang ‘judi’, maka harta dan titik peluh kita mengalir ke kantung mereka.

Gejala inilah yang berlaku sewaktu krisis kewangan Asia pada 1997.

Dalam masa kurang lebih enam bulan, krisis ekonomi kapitalis ini akan sampai kepada kita. Amerika dan Eropah pada masa ini sedang berhadapan dengan zaman meleset. Rakan niaga kita di Amerika Utara dan Eropah akan mengurangkan permintaan. Apabila keadaan ini berlaku, maka banyak kilang akan ditutup. Ramai yang akan hilang pekerjaan.

Inilah hakikat krisis ekonomi global kapitalisma.

Sekarang para pemimpin kita wajib membuat satu dasar ekonomi baru yang bersandarkan kepada ekonomi pertanian. Bumi Hijau seharusnya dijadikan dasar oleh Pakatan Rakyat.

Bumi Hijau bermakna kita menganjurkan penanaman bahan-bahan makanan dan bukan pembuatan barangan. Apabila zaman meleset sampai, kita memiliki beras yang cukup. Kita memiliki sayuran, ikan, daging, bijirin dan buah-buahan yang cukup.

Kita pasti tidak dapat makan Proton. Kita tidak dapat makan cip komputer kerana ia bukan potato chips.

Dengan asas ekonomi pertanian yang kukuh, pasti sedikit sebanyak akan dapat membantu orang ramai daripada dilanggar zaman meleset yang akan sampai tidak lama lagi.

17 November, 2008

Ekonomi dan huru hara , leka pula berebut kuasa

Ekonomi negara diambang ngeri, pemimpin leka rebut jawatan!
Wan Nordin Wan Yaacob
Mon | Nov 17, 08 | 6:04:30 pm MYT

KUALA LUMPUR, 17 Nov (Hrkh) - Pengarah Pusat Penyelidikan PAS, Dr Dzulkifly Ahmad menyatakan bahawa negara kini sedang menyaksikan ekonomi dan kewangan diambang satu krisis yang cukup ngeri.


Ujar beliau keadaan keparahan ekonomi yang melanda negara ini lebih ngeri daripada krisis kewangan tahun 1998.

"Di sini PAS dan Pakatan Rakyat terpanggil untuk turut serta memainkan peranan mengatasi krisis ini, seperti Tun Dr Mahathir kata Najib tidak boleh mengatasi krisis ini tidak ada kemampuan.

"Jadi kita kena ada pengembelengan seluruh tenaga kita, kepakaran dalam Pakatan Rakyat dan BN atau akademik, pemikir, ekonomist, kena sekali menyelesaikan isu ini," kata beliau ketika diwawancara Harakah hari ini di Parlimen.

Kata ahli Parlimen Kuala Selangor itu, rakyat dan seluruh pihak di negara ini perlu mengetahui secara terbuka untuk kembali mempertikaikan stimulus ekonomi yang Najib bentang di Parlimen baru-baru ini.

"Dari mana datang wang RM 7 billion itu, jumlah yang sepatutnya dan bagaimana nak dibelanjakan.Seterusnya berapa lama kita akan bertahan dalam keadaan begini?," katanya.

Justeru ujar beliau, semua hal perlu dilakukan secara telus, jangan ada ketirisan, jangan ada penyelewengan dan semua mesti memikirkan bagaimana untuk mengatasi kemelut ekonomi yang melampau ini.

"Saya tak nafikan kali ini kita mendepani krisis ini kjita belum benar-benar bersedia menghadapi hal ini," katanya.

Beliau menegaskan di sinilah letaknya kepimpinan yang membezakan kepimpinan yang bertanggungjawab atau sebaliknya.

Dikatakan bahawa dalam suasana krisis lah kepimpinan itu bakal terserlah dan teruji, kali ini memang menguji kepimpinan negara samada yang memimpin hari ini mahupun yang sentiasa menanti untuk ambil alih kerajaan, katanya.

"Saya lihat terus terang kesibukan dan tak nampak kesungguhan politik kepimpinan Umno/BN tangani krisis ini tetapi mereka lebih sibuk pastinya jawatan selesa dalam parti mereka yang memberi kelangsungan kepada survival politik mereka," katanya.

Dzulkifly mendakwa, pemimpin Umno/BN hari ini tidak segan silu mengamalkan rasuah untuk beli jawatan yang akhirnya meninggalkan impak negatif kepada rakyat yang melihat.

Sedang negara sedang hadapi krisis mereka ini bertarung dengan apa juga cara untuk menang, katanya.

"Inilah masa yang pentingnya kepada kepimpimpinan Pakatan Rakyat tampil dengan satu visi dan penyelesaian yang tuntas dan mantap bukan retorik sedia menyelamatkan krisis ekonomi negara yang bakal menjadi lebih parah," katanya.

Beliau turut melahirkan kebimbangan kepada situasi yang sedang dialami rakyat hari ini dimana kadar perbelanjaan isi rumah dengan hutang-hutang yang ditanggung bakal memiskinkan rakyat lagi.

Walaupun bank-bank telah membuka kadar peratus pinjaman lebih rendah, tetapi situasi yang dilami rakyat dengan kadar pengangguran yang lebih tinggi dan nilai ringgit yang menurun bakal menjerumuskan rakyat kepada lembah ekonomi yang parah, katanya.

Justeru beliau menyarankan agar seluruh kepimpinan negara hari ini membuka ruang kepada seluruh pakar termasuk dari kalangan BN dan Pakatan Rakyat, pakar ekonomi dan ahli akademik berganding bahu duduk semeja membincangkan kaedah penyelesaiannya._


16 November, 2008

Bahaya ni ?

Lim Kit Siang pertikai ketiadaan PM, TPM dalam negara dua hari yang sama

KUALA LUMPUR: Penasihat DAP, Lim Kit Siang mempertikaikan ketiadaan Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dan timbalannya, Datuk Seri Najib Tun Razak di dalam negara pada dua hari yang sama dalam minggu ini kerana menghadiri lawatan rasmi di luar negara.

Lim berkata, mengikut kedudukan peraturan sejak 30 tahun lalu, Perdana Menteri dan timbalannya tidak boleh meninggalkan negara pada masa yang sama.

Beliau berkata demikian berikutan Abdullah kini berada di Uzbekistan untuk lawatan rasmi empat hari yang turut disertai oleh dua Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Mohamed Nazri Aziz dan Senator Tan Sri Amirsham Abdul Aziz; Menteri Perpaduan, Kebudayaan, Kesenian dan Warisan, Datuk Shafie Apdal dan Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin. Abdullah hanya akan kembali bertugas pada Jumaat ini.

Sementara itu, Najib pula akan ke Lima, Peru untuk menghadiri Mesyuarat Pemimpin-pemimpin Ekonomi APEC ke-16 esok dan seterusnya ke New York dan dilaporkan hanya akan pulang pada awal bulan depan.

Lim berkata, ini bermakna, pada Rabu dan Khamis ini, kedua-dua mereka tidak ada di dalam negara. Justeru beliau mempersoalkan siapa yang akan menjadi pemangku Perdana Menteri pada dua hari tersebut.

“Tidak boleh Tan Sri Muhyiddin Yassin yang kini mendahului dalam pemilihan jawatan Timbalan Presiden Umno kerana beliau juga bersama dengan Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Syed Hamid Albar akan ke luar negara bersama (Datuk Seri) Najib esok.

“Bolehkah menteri yang paling senior di Jabatan Perdana Menteri, Tan Sri Bernard Dompok atau Presiden MCA yang baru dipilih, Datuk Seri Ong Tee Keat?,” katanya.

Lim berkata, ini merupakan satu kritikan terhadap Ahli Parlimen Umno yang tidak menerima kedudukan yang termaktub dalam perlembagaan bahawa jawatan Perdana Menteri terbuka kepada semua warganegara Malaysia tidak mengira bangsa, agama atau wilayah.

Dalam perkembangan yang sama, Lim juga meminta Najib menyerahkan isu ‘ketidakpastian’ peruntukan tambahan RM7 bilion dalam Bajet 2009 kepada Menteri Kewangan Kedua, Tan Sri Nor Mohamed Yakcop bagi mendapatkan kelulusan Parlimen sepanjang ketiadaannya.


Rasuah o Rasuah seperti minum kopi O

MB Pahang kata rasuah dalam Umno ketika ini paling parah
Wan Nordin Wan Yaacob
Fri | Nov 14, 08 | 1:01:27 pm MYT

KUALA LUMPUR, 14 Nov (Hrkh) - Menteri Besar Pahang, Dato' Seri Adnan Yaakob menyifatkan amalan rasuah atau politik wang dalam pemilihan jawatan Umno kali ini adalah yang paling parah.







Dalam satu sidang media bersama Badan Pencegah Rasuah (BPR) semalam, Adnan menegaskan, senario rasuah yang berlaku kali ini paling parah yang pernah disaksikan.

Paling memeranjatkan Adnan yang juga Pengerusi Perhubungan Umno Pahang turut menyatakan beliau malas mahu bercakap persoalan Umno hari ini yang semakin parah. Sementara itu Ketua Pengarah BPR, Dato' Ahmad Said Hamdan pula menyatakan pihaknya mengesan banyak kesalahan rasuah yang berlaku dalam pemilihan Umno.

BPR juga telah mula mengumpulkan bukti dan menahan beberapa individu yang didakwa melakukan rasuah, katanya.

Pihaknya tidak teragak-agak membuat tindakan, dan bagi BPR apa yang diistilahkan sebagai 'politik wang' adalah serupa dengan tafsiran rasuah.

Justeru BPR akan bertindak atas dakwaan itu sebaik segala bukti dapat dikumpulkan. - mns_

Terus berdoa, sekalipun zahirnya seperti tidak dimakbul - Haron Din

Terus berdoa, sekalipun zahirnya seperti tidak dimakbul - Haron Din
Dato' Dr Haron Din
Fri | Nov 14, 08 | 10:03:23 am MYT

SOALAN: Berdoa kepada Allah untuk memohon sesuatu adalah digalakkan, dan yang paling makbul doanya adalah yang paling hampir kepada Allah. Kita telah banyak berdoa, termasuk orang-orang yang soleh di kalangan kita, tetapi semacam tidak dimakbulkan, mengapa berlaku demikian, pernahkah doa Rasulullah s.a.w., tidak dimakbulkan Allah SWT. Tolong Dato' jelaskan. - MOHD ALI BAHAROM, Hulu Langat







JAWAPAN: Doa adalah senjata bagi orang mukmin. Mereka yang enggan berdoa kepada Allah, adalah orang yang bongkak.

Al-Quran memaparkan banyak ayat, antaranya firman Allah (mafhumnya): "Berdoalah kepada-Ku, Aku (Allah) akan memperkenankan doa permohonan kamu..." (Surah al-Ghafir, ayat 60)

Firman Allah (mafhumnya): "Apabila hamba-Ku bertanyamu tentang Aku hai Muhammad, maka jawablah Aku (Allah) amat hampir dengan mereka, Aku memenuhi doa yang memohon kepada-Ku. Maka mereka hendaklah memenuhi perintah-Ku dan mereka beriman kepada-Ku agar mereka sentiasa mendapat petunjuk. (Surah al-Baqarah, ayat 186)

Dalam as-Sunnah, terdapat banyak hadis-hadis fi'li (perbuatan) dan hadis-hadis qauli (percakapan) yang jelas baginda Rasulullah s.a.w., berdoa ke hadrat Allah SWT.

Berdoa sememangnya dituntut, itu tugas kita sebagai hamba Allah. Sama ada terima atau tidak, ianya adalah urusan Allah SWT.

Terserahlah kepada Allah dan memohonlah apa sahaja dengan penuh yakin bahawa Allah akan mengkabulkan doa kita. Nescaya Allah akan memenuhinya sama ada cepat atau lambat.

Nabi Allah Ibrahim a.s. sebagai contoh, telah berdoa ke hadrat Allah agar hati-hati manusia tertarik untuk mengunjungi Makkah beramai-ramai, pada waktu Makkah masih menjadi sebuah lembah yang gersang.

Baginda berharap umat manusia datang beramai-ramai menunaikan haji dan membuat umrah, dan dipohonkan rezeki mereka melimpah ruah.

Doa itu dilafazkan ribuan tahun dahulu ketika baginda mendatangi Makkah bersama anak dan isterinya.

Alhamdulillah, Allah SWT memakbulkan doa baginda selepas zaman Nabi Muhammad s.a.w., malah sehingga hari ini semakin jelas doa Nabi Ibrahim a.s., seolah-olah baru dimakbulkan.

Cuba bayangkan, doa Nabi Ibrahim yang disebut sebagai 'khalilullah' - kekasih Allah - sahabat setia Allah, berdoa ke hadrat Allah, ribuan tahun kemudiannya baru jelas dimakbulkan.

Apabila kita sering berdoa, jangan sesekali membuat kesimpulan bahawa doa kita tidak akan dimakbulkan.

Mungkin Allah telah makbulkan doa itu, mungkin dalam bentuk diberikan yang lebih baik daripada apa yang kita pinta.

Kadang-kadang doa kita dimakbulkan cepat, kadang-kadang lambat. Ertinya, apa yang dipohon, tidak semestinya diberi atau ditolak.

Ia adalah suatu ujian kepada kesabaran seseorang hamba. Sama ada Allah berikan sesuatu yang lebih baik, atau Allah berikan ganjaran sewajarnya pada hari akhirat kelak dalam bentuk pahala yang banyak.

Antara sebab-sebab nyata Allah tidak makbulkan doa, seperti yang difirmankan Allah dalam ayat 186, Surah al-Baqarah tadi, iaitu orang-orang yang keimanannya kepada Allah itu, masih berada pada tahap yang boleh dipersoalkan dan kemaksiatan yang dilakukan.

Ada hadis Nabi s.a.w. yang menyebut tentang doa yang tidak dimakbulkan, antaranya (mafhum): "Makan minumlah kamu dengan yang halal, nescaya doamu akan dimakbulkan."

Pada suatu ketika ada seorang yang keadaannya begitu terdesak, mengangkat tangan setinggi-tinggi yang boleh, dan berdoa ke hadrat Allah SWT, memohon kepada Allah, tatkala Nabi s.a.w. melihatnya, lalu baginda bermadah kepada para sahabat, mafhumnya: "Lihat orang itu, makan minumnya haram, pakai memakainya haram, bagaimana mungkin Allah menerima doanya."

Sememangnya semakin hampir seseorang hamba kepada Allah, semakin suci bersih jiwa dan amalannya, maka semakin mudah Allah memakbulkan doanya.

Seperti yang disebut dalam sebuah hadis qudsi, mafhumnya: "Apabila hambu-Ku mendampingi daku, dengan amalan-amalan yang banyak, khususnya amalan-amalan sunat, maka Aku menyukainya, maka apabila Aku menyukainya, akan-Ku tunaikan doanya (hajat)."

Walau hampir dan akrabnya seseorang insan kepada Allah SWT, tidaklah menjadi syarat utama untuk Allah memakbulkan doanya.

Ini kerana, hanya Allah sahaja yang mengetahui kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Allah amat mengetahui apa yang hendak diberi dan apa yang tidak perlu diberikan.

Harus kita sedari bahawa dalam kehidupan kita, selain daripada Allah memberi apa yang kita minta, banyak juga kebaikan, rezeki dan sebagainya Allah berikan kepada kita walaupun tidak kita diminta.

Amat sedikit yang tidak diberi, itu pun ada kemaslahatannya.

Mengenai soalan saudara, pernahkah doa Rasulullah sendiri ditolak Allah, jawapannya, ya. Memang doa Nabi s.a.w. pernah ditolak. Kadangkala doa baginda pun ditolak.

Ketika Nabi Muhammad s.a.w., pada zaman awal kebangkitan baginda sebagai Rasul, menghadapi banyak tekanan daripada kaum Quraisy dan anggota keluarganya tidak mahu memeluk Islam.

Malah baginda pernah disakiti sehingga berdoa ke hadrat Allah (mafhumnya): "Ya Allah! Berilah petunjuk kepada kaumku, mereka ini tidak mengetahui."

Doa Nabi ini tidak ditunaikan sepenuhnya. Bukan orang lain, kalangan anggota keluarga, bapa saudaranya, seperti Abu Lahab meskipun didakwah bertubi-tubi, namun mereka lebih bertegas mempertahankan kekufuran mereka.

Malah sampai kepada peringkat menantu Nabi s.a.w sendiri, ada yang tidak beriman, atau lambat beriman.

Apa yang nyata, kaum kerabat Nabi, yang didoa dan diusahakan untuk mereka beriman, akhirnya mati dalam keadaan kufur.

Dalam Kitab Sahih Muslim, hadis 2889 disebut (mafhumnya): "Suatu hari Rasulullah s.a.w. singgah di masjid Bani Muawiyah, ditunaikan solat sunat dua rakaat bersama sahabat, selepasnya baginda berdoa panjang dengan doa yang panjang. Selepas berdoa baginda berpaling ke arah sahabat dan bersabda, "Saya berdoa kepada Allah, tiga perkara, Allah tunaikan dua sahaja dan menolak yang satu lagi. Saya memohon agar umat Muhammad tidak dibinasakan dengan kelaparan, Allah tunaikan. Saya memohon agar jangan mereka dibinasakan dengan banjir yang menenggelamkan mereka, Allah tunaikan. Namun apabila saya berdoa agar jangan mereka bergaduh dan berperang sesama sendiri, Allah tidak tunaikan."

Bagaimanapun kebanyakan doa-doa Nabi s.a.w. dimakbulkan Allah SWT. Doa yang tidak dimakbulkan itu memang ada kemaslahatannya.

Oleh itu berdoalah ke hadrat Allah SWT, kerana ia adalah ibadah. Ibadah dilakukan bukan semata-mata untuk keperluan keduniaan.

Jika kita ikhlas beribadah, insya-Allah Allah akan memberikan ganjaran yang sebaiknya di hari kemudian.

Solat, puasa, zakat, haji, berjihad dan ibadah-ibadah, kita lakukan kerana berhajatkan keredaan Allah atau pahala yang dijanjikan kepada kita pada hari akhirat. Wallahua'lam. _


Dengan Mafia pun takut , mafia monopoli baja

Konsortium Baja Nasional batal kerana 'mafia'?
Abdul Aziz Mustafa
Mon | Nov 17, 08 | 1:05:22 pm MYT

KUALA LUMPUR, 17 Nov (Hrkh) - Kerajaan bertanggungjawab menjelaskan kepada rakyat sejauh manakah perkembangan, kegiatan dan prestasi Konsortium Baja Nasional yang ditubuhkan untuk menjimatkan kos pembelian, penggredan dan pengedaran baja untuk sektor pertanian negara ini, kata Ketua Pemuda PAS, Salahuddin Ayub.

Iklan

"Saya difahamkan jumlah perniagaan baja dalam negara ini berjumlah kira-kira RM10 bilion. Jika benar, ia satu jumlah yang sangat besar dan sudah tentu melibatkan aliran wang keluar dari negara ini yang sangat banyak.

"Jika Konsortium Baja Nasional ditubuhkan untuk menjimatkan kos yang terlibat, ia sangat-sangat dialu-alukan. Malangnya, kita pernah mendengar apa-apa perkembangan mengenai konsortium itu sejak penubuhannya diumumkan," kata beliau.

Pihaknya, kata Salahuddin, semakin prihatin mengenai perkara itu apabila wujud dakwaan bahawa perniagaan baja dalam negara ini dikuasai oleh kumpulan tertentu yang didakwa sebagai 'mafia'.

"Sebelum ini, kita mendengar dakwaan mengenai 'mafia' yang menguasai pelbagai perniagaan dalam negara ini termasuk perniagaan beras, gula, tepung, simen dan lain-lain.

"Setiap kali harga barang naik, kerajaan melalui penguatkuasanya hanya memburu peniaga kecil, peruncit termasuk peniaga roti canai. Kita tidak pernah mendengar tindakan terhadap golongan yang didakwa sebagai 'mafia' itu.

"Oleh sebab itulah, jika benar perniagaan baja juga dikuasai oleh 'mafia', kita amat dukacita kerana ia sudah tentu menjadi lintah darat yang menjadikan sektor pertanian negara ini, terutama para petani sendiri sendiri sebagai mangsanya," katanya.

Ahli Parlimen Kubang Kerian itu juga berharap kerajaan dapat menafikan dakwaan bahawa penubuhan Konsortium Baja Nasional itu tergantung begitu sahaja kerana kebimbangan terhadap tindak balas 'mafia' yang berkenaan.

"Jika benar dakwaan itu, timbul satu lagi persoalan yang lebih besar iaitu adakah negara ini dikuasai mafia? Malah, akan timbul juga pertanyaan adakah 'mafia-mafia' berkenaan mempunyai kaitan dengan pembiayaan rasuah politik di dalam Umno?" beliau mempersoalkan.

Keprihatinan terhadap perniagaan baja dalam negara ini, katanya lagi, bukan sahaja terhadap dakwaan ia dikuasai oleh 'mafia' dan penindasannya ke atas para petani, malah ia juga berkaitan dengan isu halal haram.

"Saya masih ingat, bekas Ahli Parlimen Arau, (Datuk Seri Diraja) Syed Razlan (ibni Syed Putra Jamalullail) pernah membangkitkan di dalam Dewan Rakyat tentang baja daripada najis babi yang diimport dari China digunakan dengan meluas oleh penanam padi di negara ini.

"Malah, Syed Razlan berkata, penggunaan baja dari najis babi itu digalakkan pula oleh sebuah agensi kerajaan negeri," kata Salahuddin.

Malangnya, katanya lagi, Setiausaha Parlimen Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani ketika itu, Datin Paduka Rohani Abdul Karim menyatakan beliau "tidak bersedia menjawab soalan itu"

Bekas Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah, Datuk Seri Abdul Aziz Shamsuddin pernah mengumumkan bahawa Kementerian Kewangan meluluskan penubuhan Konsortium Baja Nasional.

Beliau berkata, konsortium itu akan beroperasi pada tahun 2007 selepas kumpulan pengurusannya dilantik oleh kementerian terbabit.

"Dengan konsortium ini, kita sendiri akan mengawal bekalan baja, menggred semula dan mengedarkan baja mengikut kualiti tertentu untuk kebaikan orang kampung dan pekebun kecil. Sekarang orang lain yang mengawal bekalan dan harga baja," katanya ketika itu.

Selain itu, kata Abdul Aziz, tujuan penubuhan Konsortium Baja Nasional itu juga adalah untuk mewujudkan kepakaran penggunaan teknologi dalam bidang yang berkaitan yang datang dari kalangan masyarakat setempat._

Kisah tiga Abdul dalam Umno Perlis

Kisah tiga Abdul dalam Umno Perlis
Safar Jumaat
Mon | Nov 17, 08 | 10:49:00 am MYT

BERITA dari Perlis, mengenai perlantikan bekas Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri, Dato' Seri Radzi Sheikh Ahmad sebagai Penasihat Menteri Besar Perlis tidak mendapat apa-apa komen dari media massa, walaupun ia seakan-akan satu berita besar yang perlukan diberikan perhatian.




Perlis adalah negeri paling kecil di Malaysia. Keluasannya mungkin sama besar dengan kawasan Parlimen Hulu Selangor sahaja. Tetapi, keadaan politiknya cukup menarik untuk diperkatakan.

Maklumlah, ketika Perdana Menteri, Dato' Seri Abdullah Ahmad Badawi melantik bekas MB Perlis, Dato' Seri Shahidan Kassim sebagai Penasihat Ekonomi Koridor Utara, MB Perlis, Dato' Seri Md Isa Sabu pula melantik bekas Menteri Kabinet menjadi penasihatnya.

Berlawan-lawan melantik. Yang Perdana Menteri �buang�, MB Perlis kutip, yang 'istana Perlis' buang, Perdana Menteri pula kutip.

Nasib baik, MB Perlis tidak melantik seorang lagi bekas Menteri Kabinet, Dato' Seri Azmi Khalid menjadi Penasihatnya juga, kerana Azmi juga 'dibuang' Perdana Menteri, sebaik sahaja dia menang semula kerusi Parlimen Padang Besar.

Lebih menarik, Md Isa turut mengumumkan, Radzi akan menghadiri Persidangan Dewan Undangan Negeri - mungkin untuk membantunya 'dalam hal-hal' tertentu di mana Shahidan Kassim akan turut berada di situ.

Md Isa sebenarnya pernah menjadi 'pegawai' kepada Radzi ketika Radzi menjadi Timbalan Menteri dahulu, dalam era Tun Dr Mahathir.

Ketika Md Isa tidak ada kerja, Radzi ambil dia bekerja dengannya dan sekarang, bila Md Isa Nampak Radzi tidak ada kerja, Md Isa pula mengambil Radzi bekerja dengannya.

Cuma, ketika Radzi melantik Md Isa sebagai 'setiausaha', Md Isa pula melantik Radzi sebagai 'penasihat'. Nama jawatan mungkin berbeza, tetapi itulah juga 'kerjanya'.

Tidak pula diketahui, macam mana bayaran dibuat, samada dibayar elaun atau gaji kepada Radzi, kerana jarang betul mendengar bekas Menteri dilantik menjadi 'penasihat' kepada Menteri Besar.

Perlis sebenarnya sebuah negeri kecil, yang hasil buminya juga tidak mencukupi untuk menampung perbelanjaan pentadbiran.

Namun, walaupun ia negeri kecil, tetapi ramai juga yang mendapat jawatan dalam kerajaan negeri dan pusat.

Suatu ketika dahulu, dua Menteri Kabinet datangnya dari Perlis, di samping Presiden Senat, Tan Sri Dr Abdul Hamid Pawanteh.

Permusuhan Md Isa dengan Shahidan bermula sebaik sahaja Md Isa mengangkat sumpah menjadi MB, ketika Perdana Menteri memberikan tauliah kepada Shahidan di Kuala Lumpur.

Tidak lama kemudian, Md Isa melantik 'musuh tradisi' Shahidan, Amier Hassan yang juga bekas Naib Ketua Umno Bahagian Arau, menjadi Setiausaha Politik Menteri Besar Perlis.

Langkah pertama Amier, mengumumkan hasratnya bertanding jawatan Ketua Umno Bahagian Arau menentang Shahidan walaupun akhirnya, tidak berjaya kerana Amier hanya mendapat dua pencalonan, tidak melepasi quota untuk melayakkannya berbuat demikian.

Ketika Shahidan bersilat mahu menyelesaikan isu EPF pemain bolasepak Perlis, Exco Belia dan Sukan Negeri, Jamil Saad membidas Shahidan yang mendakwa kerajaan negeri tidak membantu Persatuan Bolasepak Perlis.

Suatu ketika dahulu, Jamil adalah 'budak suruhan Shahidan' tetapi sejak dilantik menjadi Exco, Jamil dikatakan pernah memberitahu kawan-kawannya, dia tidak ingat bila mula dia berkhidmat dengan PFA yang Presidennya ialah Shahidan.

Umum mengetahui, hubungan Perdana Menteri dengan Radzi renggang. Ada dakwaan mengatakan Radzi memainkan peranan utama menyebabkan Md Isa menjadi MB Perlis yang menyebabkan Abdullah berkecil hati.

Malahan, ketika melepaskan jawatan Setiausaha Agung Umno, Radzi tidak menyerahkan sendiri surat perletakan jawatan itu, sebaliknya mengumumkannya melalui media. Ketika menjawab pertanyaan pemberita, Radzi berkata; "Surat perletakkan jawatan sudah saya faks ke Pejabat Perdana Menteri...," yang mengambarkan betapa angkuhnya Radzi meninggalkan bossnya yang pernah meletakkan dia sebagai orang Perlis pertama menjadi Setiausaha Agung Umno.

Hari ini, orang bernama Radzi Sheikh Ahmad sudah dilantik menjadi Penasihat Menteri Besar Perlis, di mana tanpa Radzi, Md Isa yang dikatakan sudah mengunci pagar rumahnya setiap jam 8 malam, kerana faktor kesihatannya, dikatakan tidak mampu mempertahankan Perlis kekal di tangan Barisan Nasional (BN) dalam PRU 13 nanti.

Md Isa yang sedang berhempas pulas mahukan jawatan Pengerusi Badan Perhubungan Umno Negeri Perlis yang masih disandang Shahidan, kini berjaya menjadi Ketua Umno Bahagian Kangar, apabila penyandangnya, Bakri Ali melepaskannya. Bakri kemudiannya dilantik menjadi Ketua Penerangan Umno bahagian, sebagai membalas budi baiknya kepada Md Isa.

Md Isa pernah menjadi Ahli Parlimen Kangar dan pernah menjadi Exco Kerajaan Negeri. Dia merupakan orang lama dalam politik Perlis, walaupun jawatan yang disandangnya tidak pernah lebih dari AJK Bahagian Kangar.

Disebabkan dia bekas pegawai Radzi, maka namanya dicadangkan menjadi MB walaupun ketika itu, ada nama-nama lain termasuk Bakri boleh dilantik menjadi MB, menggantikan Shahidan.

Sebagai Ahli Parlimen Kangar, Md Isa pun hanya berjaya memanaskan tempat duduknya sahaja tanpa apa-apa idea jika dibandingkan dengan lain-lain bekas MP Kangar termasuk Allahyarham Shaari Jusoh, Radzi dan Dr. Abd Hamid.

Dia dikenali hanya kerana dia lama dalam Umno Kangar dan bukan kerana dia seorang yang terkenal dengan idea bernas.

Hari ini, sejarah akan merakamkan, bahawa Md Isa berjaya menjadi Ketua Umno Bahagian Kangar, selepa menjadi MB Perlis.

Sejarah juga akan menulis bahawa Shahidan kekal sebagai Pengerusi Badan Perhubungan Umno Negeri, walaupun kelazimannya, dia sepatutnya melepaskan jawatan itu dan menyokong perlantikan Menteri Besar menggantikannya.

Di Padang Besar, Ahli Parlimen Padang Besar (yang pernah menjadi Ketua Umno Bahagian Kangar) gagal untuk kembali memimpin Umno Bahagian Padang Besar apabila dia 'bermain acilut' dengan jawatannya itu kerana ketika dia menang kerusi MT dan menjadi Menteri, ditinggalkannya jawatan Ketua Umno Bahagian tetapi apabila dia tidak dilantik semula menjadi Menteri dan kalah dalam pemilihan MT, dia kepingin mahu menjadi ketua bahagian semula.

Bekas menteri yang beristerikan selebriti TV ini gagal apabila dia ditewaskan dengan majoriti 11 undi oleh penyandang jawatan, Dato' Zahidi Zainol Abidin. Suatu ketika dahulu, Azmi pernah dibidas Radzi kerana menawarkan hadiah kereta dalam satu cabutan bertuah kepada sesiapa yang menukarkan kad pengenalan mereka kepada Mykad.

Bidasan itu Radzi buat ketika dia menggantikan Azmi di kementerian yang bertanggungjawab terhadap Mykad.

Akhirnya, cabutan bertuah dengan hadiah kereta itu dibatalkan! Hari ini, kesemua mereka ini, masing-masing kehilangan jawatan Menteri kerana mereka bertiga, Radzi, Shahidan dan Azmi kelihatan tidak pernah 'bersetuju' antara satu sama lain.

Kenyataan-kenyataan akhbar yang mereka keluarkan, saling hentam menghentam antara satu sama lain, yang menjadi bahan tertawa orang-orang di luar Parlis.

Ketika Radzi sudah dilantik menjadi Penasihat, begitu juga dengan Shahidan, Azmi masih terkial-kial dengan jawatannya sebagai Pengerusi PAC yang sering menjadi sasaran pembangkang, terutama dalam kes pembelian Eurocopter.

Kisah mereka tidak lebih dari kisah 'Tiga Abdul' dalam Filem P. Ramlee, dengan watak-watak tambahan bapa mentua dan tuan penasihat. - mr _

15 November, 2008

UPSR:Prestasi Buruk Itu Yang Menjadi Masalah

Sunday, November 16, 2008

SEPERTI biasa, media massa hilang akal (went crazy) menguar-uarkan kecemerlangan keputusan Ujian Penilaian Sekolah Rendah (UPSR). Yang mendapat lima A itulah yang diuar-uarkan.Begitu jugalah dengan keputusan peperiksaan-peperiksaan yang lain. Pelajar yang berjaya dan cemerlang itulah yang diuar-uarkan, diceritakan kisahnya dan dihebahkan nasihatnya.Tidak salah mengiktiraf kejayaan. Lagi banyak diuar-uarkan, lagi baik untuk menaikkan semangat dan menjana motivasi.Tetapi kita juga wajib mengiktiraf bahawa yang menjadi masalah bukan murid atau pelajar yang cemerlang. Yang menjadi masalah adalah mereka yang gagal atau rendah prestasinya.Beberapa tahun lalu, saya membuat analisis keputusan peperiksaan Sijil Pelajaran Malaysia dengan membandingkan tiga buah sekolah di Lembah Klang. Semuanya sekolah biasa atau sekolah harian.Sebuah di kawasan kelas menengah dan profesional pelbagai kaum di mana komposisi muridnya mencerminkan kepelbagaian kaum dan dua buah sekolah lagi di kawasan majoriti Melayu yang bertaraf ekonomi sederhana dan rendah.Dalam semua aspek dan mata pelajaran, termasuk bahasa Melayu, Inggeris serta Agama Islam, sekolah campuran pelbagai kaum memperoleh pencapaian yang lebih tinggi.Hatta pencapaian bahasa Melayu dan Agama Islam pun hambar di sekolah majoriti Melayu – sebuah di Kuala Lumpur dan sebuah lagi di Petaling Jaya.Majoriti murid sekolah pelbagai kaum itu pergi ke sekolah dengan bas, dihantar oleh ibu bapa dan berjalan kaki.Kebanyakan murid dua sekolah majoriti Melayu itu pula ke sekolah berjalan kaki, menunggang motosikal atau naik bas sekolah. Kurang sekali yang dihantar oleh ibu bapa.Berbalik kepada keputusan UPSR tahun ini, mendapat lima atau enam A bagi sekolah campuran di Bukit Damansara, Taman Desa, Bukit Bandaraya dan Petaling Jaya adalah perkara biasa.Mendapat dua atau tiga A di sekolah sekitar Taman Datuk Harun, Kampung Medan, Ampang dan Gombak adalah satu kejayaan. Apatah lagi di sekolah-sekolah kampung dan pedalaman.Kalau selepas 51 tahun merdeka, para pendukung pendidikan kita masih gagal menyeragamkan pencapaian pendidikan di bandar, bagaimanakah mereka mampu membawa kecemerlangan ke kawasan luar bandar dan pedalaman?Kini bukan zaman dulu kala lagi. Kalau zaman saya mula bersekolah pada tahun 1954, kita bolehlah memberi alasan bahawa sistem pendidikan masih kuno kerana kita belum merdeka.Memang sistem pendidikan kita waktu itu kuno. Di tempat saya di Kedah, lebih banyak sekolah pondok (atau madrasah) daripada sekolah biasa.Di sebelah rumah saya ada dua pondok – Pondok Haji Abdul Rahman yang pro Umno dan Pondok Haji Abdullah yang pro Pas. Mereka adik beradik.Saya ke sekolah Melayu Pendang, lima kilometer dari rumah. Saya masuk sekolah umur tujuh tahun. Itu pun saya ditipu. Saya memang tidak mahu ke sekolah. Pertama, saya memang takut hendak ke sekolah dan kedua, saya risau siapa akan menjaga ayam didik, ikan pelaga dan burung ciak tuli saya.Bagi ayah saya pula, dia tunggu sehingga saya cukup besar supaya boleh dihantar bersama-sama kakak saya ke sekolah. Jadi terpaksalah kakak saya menunggu hingga usia 10 tahun.Tetapi tujuh dan 10 tahun adalah muda kerana ada rakan sedarjah kami yang berusia 14 atau 15 tahun. Waktu itu, usia bukan kriteria utama. Kriteria utama ialah kemahuan dan kemampuan datang ke sekolah.Pada musim menanam dan menuai padi, ramai yang ponteng kelas kerana menolong ibu bapa di sawah atau di kebun getah.Menjelang darjah empat, tinggal separuh yang bersekolah. Ini kerana waktu itu, setiap hujung tahun ada peperiksaan dan kalau tidak lulus tidak naik darjah. Kalau umur muda boleh ulang. Yang lain berhenti kerana sudah boleh baca abc, alif ba ta dan mengira sampai 100.Namun majoriti murid berhenti kerana menolong ibu bapa di sawah dan kebun getah atau seperti kakak saya, kerana sudah jadi anak dara dan tidak manis bergaul lelaki perempuan.Berbalik kepada cerita saya ditipu ke sekolah. Ayah saya gagal memujuk saya untuk dibawa melaporkan diri tiga hari berturut-turut, iaitu Ahad, Isnin dan Selasa. Setiap pagi saya akan lari ke rumah nenek dan bersembunyi di dalam belukar hingga lepas waktu ke sekolah.Bagaimanapun ada hari Rabu, ayah menyuruh saya bangun awal dan pakai pakaian elok dengan alasan kami akan ke pekan sehari seperti biasa. Pucuk dicita, ulam mendatang.Malang seribu kali malang, ayah tiba-tiba mengayuh basikal dengan laju dan di Pekan Simpang Tiga dia berpusing ke kanan, ke arah Pendang dan tidak ke kiri ke arah pekan sehari.Setengah jam selepas itu bermulalah “persekolahan paksa” saya yang berterusan selama lima tahun di Pendang dan 10 tahun di Alor Setar.Saya ingat lagi guru besar, Allahyarham Datuk Haji Shaari Abu Bakar mencabut tiang pagar yang diperbuat daripada buluh dan memberi kata dua bahawa siapa yang nakal atau menangis akan dibelasah dengan tiang itu.Tangisan berhenti setiap kali Cikgu Shaari lalu dengan tiang pagarnya. Cikgu Shaari kemudian masuk politik, jadi adun, exco dan akhir sekali Speaker Dewan Undangan Negeri Kedah.Sehingga hari ini, sekolah kampung seperti Sekolah Kebangsaan Pendang masih belum mampu menyaingi sekolah terpilih di bandar-bandar besar.Maka tidak hairanlah kalau murid luar bandar yang majoriti Melayu dan Bumiputera masih gagal memperoleh pendidikan awal yang mantap dan kompetitif sehingga memaksa ramai ibu bapa bersusah payah menghantar anak-anak mereka berpuluh-puluh kilometer jauh ke sekolah di bandar dengan harapan mereka memperoleh “foundation” yang lebih kukuh.Selepas 51 tahun merdeka dan semua Perdana Menteri adalah bekas Menteri Pelajaran (kecuali Tunku Abdul Rahman Putera), kita tidak boleh lagi menerima alasan dan keadaan di mana sekolah luar bandar lebih rendah tarafnya daripada sekolah di bandar.Begitu pun apa halnya dengan sekolah bandar yang kaum terbesar muridnya adalah Melayu, tetapi masih hambar pencapaiannya? Kalau keadaan ini kita terima sebagai kebetulan, maka janganlah kita mengeluh kalau ramai murid yang datang ke sekolah dengan menunggang motosikal itu akhirnya menjadi mat dan minah rempit.Ingatlah, bukan murid dan pelajar cemerlang yang menjadi masalah. Masalahnya adalah murid dan pelajar yang buruk pencapaiannya.Hal ini yang perlu kita atasi segera. Pihak sekolah juga janganlah memberi tumpuan kepada murid yang cerdik sahaja dan mengabaikan yang lemah. Pengasingan kelas antara murid pintar dan lemah memang elok, tetapi jangan sampai mengabaikan kelas yang paling mundur hanya semata-mata kerana mengetahui murid di kelas itu lemah dan tidak boleh berbuat apa-apa lagi.

Jamaludin Jarjis mengamuk dalam masjid keratong

Isu Pahang: Berita Tergempar, Ahli Parlimen Rompin Mengamuk Di Masjid Felda Keratong 4 !!
KERATONG: Satu berita gempar telah terjadi selepas solat Jumaat hari ini. Ia berkaitan dengan "amukan" Ahli Parlimen Rompin Jamaluddin Jarjis terhadap Kathib Solat Jumaat di Masjid Felda Keratong 4 dekat sini. Kejadian dipercayai berpunca daripada "sakit hati" JJ terhadap khatib terbabit yang membaca khutbah perihal isu "Keadilan Dalam Islam". Khatib yang mengendalikan khutbah tersebut ialah Ustaz Suhaimi Saad (foto) , yang juga merupakan Timbalan Yang Di Pertua Dewan Pemuda PAS Pahang. Menurut Ustaz Suhaimi, ketika membaca khutbah beliau menyentuh tentang keadilan yang dituntut dalam Islam secara menyeluruh. "Ini termasuklah hal-hal yang berkaitan dengan akta zalim (ISA) yang dilihat tidak adil dalam Islam" katanya. Menurutnya selepas selesai mengimami solat, beliau telah didatangi oleh Ahli Parlimen Rompin itu dalam keadaan yang penuh dengan emosi dan muka yang bengis. "Saya tidak menyedari bahawa Ahli Parlimen Rompin itu turut menjadi jemaah solat Jumaat yang saya imamkan" katanya.Ahli Parlimen Rompin itu telah mengherdik Ustaz Suhaimi yang membaca khutbah berbaur politik katanya. Namun beliau menjawab "Khutbah yang saya baca itu adalah secara umum berkaitan Islam dan tidak bertujuan politik". Namun JJ nampak marah dan tidak berpuas hati dengan berkata "Andainya khutbah seperti itu dibaca, saya pun boleh membawa khutbah". Lalu Ustaz Suhaimi menyahut "Jika Dato' fikir, boleh membaca khutbah apa salahnya. Elok Dato' baca khutbah minggu depan" . Kenyataan Ustaz Suhaimi itu amat menyiksakan jiwa Ahli Parlimen Rompin berkenaan. Di mana akhirnya beliau mencabar supaya Ustaz Suhaimi keluar masjid. Mungkin cabar itu dibuat bagi "membelasah" Ustaz Suhaimi. Kerana kami difahamkan terdapat ramai puak-puak UMNO karat dan kroni Jamaluddin Jarjis sedang menunggu diluar. Melihat keadaan itu, beberapa orang jemaah dan sahabat beliau menasihat agar tidak keluar masjid bagi mengelakkan kejadian tidak diingini berlaku.Maka akhirnya Ustaz Suhaimi menjawap pelawaan JJ itu dengan berkata "Elok kita berbicara dalam masjid Dato'.. kerana ini rumah Allah dan lebih afdal dari diluar". Ketika itu JJ dan kuncu-kuncunya telah menunggu dengan "geram" dan "penuh emosi" diluar. Mungkin bagi mereka, sekejap lagi Ustaz Suhaimi iaitu Khatib yang membaca khutbah solat Jumaat di Keratong 4 itu akan dibelasah cukup-cukup agaknya. Namun dek kerana beliau tidak keluar dari masjid, akhirnya kumpulan Ahli Parlimen terbabit beredar dari masjid dengan perasaan yang amat kecewa. Mujurlah kejadian itu tidak berakhir dengan insiden yang lebih buruk lagi. Jika tidak sudah pasti satu peristiwa gempar akan berlaku di Masjid Keratong 4 siang tadi. (Foto: Lihat gambaran jika JJ menjadi Imam Solat Jumaat)
Peristiwa yang berlaku ini jelas sekali mencerminkan betapa buruknya keperibadian Ahli Parlimen Rompin itu. Maka sahlah keputusan Pak Lah untuk tidak melantik beliau kekal dalam kabinet barunya adalah tepat sekali. JJ sebelum ini pernah dikaitkan dengan beberapa insiden yang amat memalukan termasuk kes "Raba Punggung" di sebuah hotel di Kuala Lumpur dan sebelum ini namanya juga dikaitkan dengan kes "Norrita Samsuddin" hingga menyebabkan pihak berkuasa terpaksa menutup siasatan kes tersebut dengan keputusan "tiada pembunuh sebenar". Bahkan lebih aneh lagi pihak polis menyatakan bahawa " terdapat dua lembaga yang tidak dikenalpasti telah membunuh pragawati itu". Hingga sekarang ianya masih menjadi misteri. Apapun, ramai yang mengaitkan nama JJ dalam kes tersebut, samalah dengan TPM Najib yang dikaitkan dengan kes Altantunya selama ini. Sikap panas baran yang ditunjukkan oleh beliau itu, jelas sekali tidak menghormati kesucian "rumah Allah". Beliau tergamak menyerang Imam yang mengimami solat Jumaat dimana beliau sendiri menjadi makmumnya ketika itu. Apakah manusia seperti ini boleh dilantik dan dikekalkan sebagai pemimpin umat Islam. Maka diharap dengan peristiwa ini, ia dapat memberi kesedaran kepada rakyat di Rompin agar menolak beliau dalam pilihanraya umum akan datang.

14 November, 2008

Politik wang - UMNO gagal didik ahli


Print E-mail
Monday, 10 November 2008

ImageMUDAH saja orang sebut pasal politik wang di mana-mana. Lebih buruk lagi apabila selain daripada menceritakan politik wang, beberapa nama ahli politik dikaitkan sama. Kononnya, semua calon yang mendapat pencalonan baru-baru ini membeli pencalonan dengan wang. Harga yang disebutkan pula bukan sedikit. Bayangkanlah kalau satu Bahagian dapat RM30,000, bagaimanalah pula banyaknya untuk calon menghabiskan untuk 50 bahagian. Lebih lagi kalau meliputi 191 Bahagian.

Banyak sangat ke duit calon yang merebut jawatan? Kalau dikira calon untuk Timbalan Presiden UMNO sudah menjangkau berjuta-juta ringgit, bagaimana pula dengan Naib Presiden dan Ketua Wanita, Ketua Pemuda dan Ketua Bahagian. Sampaikan tuduhan bermain dengan politik wang ini juga berlaku di peringkat cawangan.

Apakah juga kalau tak beri wang, UMNO tidak akan ada calon untuk bertanding jawatan pula? Atau memang jawatan dalam UMNO mesti kena beli? Dahsyat betul kalau semua ini benar! Dan apakah nilai-nilai yang ada di tangan pemimpin kita yang ‘membeli’ kemenangan hari ini tidak ada nilai kepimpinan langsung?

Peliknya pula, dalam pertandingan Wanita dan Puteri, tidak ada pula yang menyebut pasal politik wang. Apakah wanita tidak perlu wang atau mereka memang sentiasa bersifat jitu dalam pemilihan masing-masing? Atau apakah mereka dijanjikan dengan intan berlian di gedung-gedung barang-barang kemas popular untuk menggantikannya dengan wang?

Katanya Jawatankuasa Disiplin UMNO pun naik pening nak ‘cekup’ orang yang bermain dengan politik wang hingga hilang kaliber terpaksa meminta khidmat BPR menyiasat kes politik wang yang dilapur hingga hampir 1000 dari pelbagai pihak.

Setahu ramai, orang yang melaporkan politik wang ini adalah dari pihak yang kalah sahaja. Yang menang tak perlu buat laporan apa-apa. Politik wang boleh dicipta kalau pelapor itu diupah pula untuk membuat laporan terhadap si polan yang tidak disukai atas dasar sakit hati dan sengaja dengki.

Katanya juga selain dari berlegar cerita politik wang, yang kena tipu pun ramai. Wang diambil, tetapi pencalonan tidak juga dapat. Ada yang memberi atas dasar upah penat lelah pun termasuk juga dalam kategori politik wang. Ini juga satu perkara yang memeningkan Jawatankuasa Disiplin.

Nampaknya, kewujudan Jawatankuasa Disiplin sangat bertumpu kepada kerja menerima, mengumpul, berbincang, menyiasat kes politik wang sahaja, sedangkan disiplin parti tidak hanya kepada politik wang. Biadab, ingkar arahan, mencemar nama baik parti dan sebagainya juga tergolong dalam erti kata disiplin yang perlu dilihat sama.

Dikatakan begitu kerana Jawatankuasa Disiplin hanya dilihat berfungsi ketika musim pemilihan sahaja. Kalau tidak ada pemilihan, jawatankuasa ini bagaikan tidak berfungsi. Kalau ada pun, hanya apabila sudah ada desakan dan sudah heboh baru mereka bertindak. Cara jawatankuasa ini bergerak tidak benar-benar membawa hasrat sebenar dalam perjuangan UMNO.

Zaman dulu, UMNO bergerak tidak perlu pun jawatankuasa disiplin. Yang perlu rasanya ialah jawatankuasa disiplin ini menganjur kursus kepada pemimpin-pemimpin UMNO supaya sentiasa berdisiplin menjalankan tugas sukarela demi kepentingan bangsa. Hanya dengan cara ini sahaja jawatankuasa disiplin dapat membendung politik wang yang dapat diserapkan dalam kursus-kursus serta sentiasa memberi peringatan bertulis tentang apa yang mereka rasa perlu disampaikan kepada ahli UMNO dalam bentuk pendidikan.

Orang UMNO tidak dididik, tetapi dikawal dengan tindakan disiplin. Keseimbangan ini perlu difikirkan oleh Datuk Seri Najib Tun Razak apabila beliau di endos jadi Presiden bulan Mac akan datang. Waktunya masih sempat untuk kita ke arah mendidik. Orang politik yang hanya mendapat pendidikan dari institusi persekolahannya sahaja tidak cukup untuk menjadi politikus yang baik kerana dalam politik juga kena ada satu unit atau cabang yang mendidik.

Hingga sekarang, majoriti orang UMNO tidak boleh menghafal perlembagaan seperti kita perlu hafal sifir, hafal Yassin, hafal undang-undang misalnya. Ini perkara malang dalam parti.

Ali & Mat Taib hanya budak suruhan


Print E-mail
Saturday, 25 October 2008

ImageENTAH apa kegilaan yang sedang dialami oleh beberapa buah Bahagian UMNO yang sedang bersidang ataupun bakal bersidang apabila mereka ini berterusan cuba memberi peluang kepada Muhamad Muhd Taib dan Ali Rustam untuk bertanding Timbalan Presiden UMNO.

Kita bersetuju dengan kenyataan Nazri Aziz, pemilihan UMNO adalah pemilihan untuk satu pemulihan dan kekuatan UMNO, bukannya untuk memilih seorang Ketua Menteri ataupun Menteri Besar. Pemilihan UMNO bukan satu kerja main-main tetapi ada bahagian yang sedang bermain-main dengan pemilihan untuk jawatan Timbalan Presiden.

Susah untuk diterima akal kecuali orang yang kurang waras sahaja bersetuju mencalonkan serta memilih kedua pemimpin yang bertaraf Menteri Besar dan Ketua Menteri ini untuk menjadi pemimpin nombor dua Negara.

Kita tidak tahu bahawa ada kemungkinan Bahagian-Bahagian UMNO yang memilih kedua pemimpin ini diserang sindrom badi kekalahan teruk pada pilihan raya lalu hingga mereka menjadi sukar untuk berfikir tentang masa depan parti mereka.

Adakah mereka ini begitu yakin kedua pemimpin yang bertaraf pemimpin negeri ini mampu membantu Najib untuk memulihkan kembali kekuatan UMNO ataupun mereka hanya sekadar askar upahan yang dihantar ke gelanggang untuk menghancurkan masa depan UMNO supaya terus terkubur menjelang PRU13 nanti.

Apakah sebenarnya pula yang Bahagian-Bahagian UMNO mahu harapkan daripada kedua pemimpin yang bertaraf pemimpin negeri ini ? Adakah mereka ini gila kuasa? Ataupun mereka ini jenis pemimpin yang tidak tahu mengukur baju di badan sendiri.

Walaupun Pak Lah begitu sekali membenci Muhyiddin, mereka berdua ini sepatutnya lebih memikirkan masa depan parti daripada menjadi alat kepada Pak Lah untuk lebih menghancur lumatkan UMNO. Mereka berdua harus mengakui bahawa mereka bukan pemimpin yang mampu menjadi penyelamat UMNO malah kehadiran mereka berdua kali ini menjadikan keadaan parti lebih rumit, bercelaru serta koyak rabak.

Mereka adalah kepimpinan ortodoks yang sepatutnya sudah tamah tempoh. Mereka perlu sedar kedudukan mereka dan jangan hanya mendengar cerita tali barut sendiri yang akan memberi input yang salah dan lebih bercorak membodek.

Mereka berdua ini sepatutnya membeli cermin yang lebih besar untuk mencerminkan diri dan bertanya tentang keupayaan mereka kepada cermin tersebut. Apakah mereka berdua ini layak untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan pemimpin bertaraf dunia sedangkan tahap pendidikan mereka serta pengalaman yang dikutip hanyalah sesuai untuk pemimpin bertaraf negeri masing-masing

Cubalah buat perbandingan secara ilmiah dan bukan kerana emosi antara mereka berdua dengan Muhyiddin Yassin. Pengalaman Muhyiddin lebih diperlukan untuk peringkat antarabangsa kalau mahu dibandingkan dengan Ali Rustam yang sebelum ini diberikan tanggungjawab menjaga Biro Keahlian dan Latihan UMNO, apa yang Ali buat?

Begitu juga dengan Mat Taib, tugasnya sebagai Ketua Penerangan ternyata gagal apabila kerja-kerja penerangan beliau tidak mampu mempengaruhi rakyat untuk memilih UMNO dan Barisan Nasional sebagai parti yang benar-benar berkesan untuk negara ini dan akhirnya BN hilang dua pertiga di parlimen.

Kita tahu rasuah politik sedang hebat ketika ini dan berapa banyak agaknya yang Ali Rustam laburkan untuk mendapatkan pencalonan sehingga ada Bahagian-Bahagian yang mencalonkan mereka dan berapa banyak pula Mat Taib sediakan sehingga beliau mendapat pencalonan seperti hari ini?

Kita tidak mahu penyakit bangsat pemimpin yang mahu berkuasa menggunakan wang terjangkit kepada seluruh ahli parti hingga mereka turut menjadi pemimpin ataupun pewaris kepada pimpinan yang bangsa bangsat serta tidak bermaruah.

Kedua mereka ini adalah datang daripada jenis pemimpin yang hanya mahu mengejar jawatan serta kuasa dan mereka bukan sebenarnya seorang ahli parti yang sayangkan masa depan parti. Kedua mereka ini dilihat hanyalah menjadi alat kepada Pak Lah kerana kebencian ataupun kemarahan peribadi Pak Lah terhadap Muhyiddin.

Mereka sebenarnya tidak ada apa-apa dan mereka ingin menjadi seperti apa sekarang ini hanyalah kerana mereka budak suruhan yang tidak tahu apa-apa. Cermin-cerminkanlah diri anda !

10 November, 2008

najib akan tunjukan jalan untuk anwar

najib akan tunjukan tempat yang sesuai untuk anwar selepas mac 2009. Ketika ekonomi tengah sakit . Ketika suara rakyat menjerit-jerit. Najib akan mencari jalan mengkuburkan cita-cita anwar di jeriji besi. Najib tidak akan mampu atau senang membiarkan anwar melanyaknya di parlimen. Sebab kalau semakin banyak anwar bercakap semakin buruk kesannya kepada masa depan politiknya. Itu pun orang-orang melayu yang hidupnya menjilat duit dijalanan akan sentiasa mengiyakan apa sajaka kehendak najib. Orang melayu yang sentiasa di pinggang najib,Mereka inilah yang menjadi pecacai, melesapkan duit rakyat. Mereka inilah toyol.

08 November, 2008

Jangan mainkan fatwa

,
- Saturday, November 08, 2008 - 10 comments
JANGAN BODOHKAN FATWA!
Dalam temuramah di bawah, Ivy Josiah, Pengarah Eksekutif Woman's Aid Organization ditanya tentang fatwa yang bakal diputuskan mengenai pengharaman senaman yoga. Dia dengan selambanya menjawab :“Kenapa mufti mahu mengawal hidup orang ramai? (Seperti) Apa yang mereka pakai, apa yang mereka makan, ke mana mereka pergi dan bagaimana mereka bersenam… ““Saya fikir ini kerja bodoh (mengongkong hidup orang ramai) dan menjadikan negara ini bahan ketawa,”“Kita harus ingat bahawa ini (keputusan fatwa) bukannya soal moral tetapi lebih kepada tindakan ‘mengongkong’. Apa sahaja yang keluar daripada fatwa, (ini menunjukkan kepada kita bahawa) para mufti dan pemimpin politik cuba mengongkong komuniti dan masyarakat…” Kenapa Ivy Josiah yang mendakwa sudah 26 tahun membela nasib wanita di negara ini (kononnya tidak memihak pada mana-mana agama) sanggup mengeluarkan kenyataan bodoh seperti di atas. Memang benar negara ini memberikan kebebasan bersuara. Akan tetapi, apa yang ingin disuarakan haruslah tidak menyentuh sensiviti agama di negara ini. Tindakannya yang mempertikaikan keputusan yang dibuat oleh Majlis Fatwa adalah sama seperti menghina agama Islam. Ivy kena faham bahawa fatwa yang dikeluarkan oleh Majlis Mufti hanya perlu dipatuhi oleh orang Islam. Ianya tidak ada kena-mengena dengan hidup orang bukan Islam. Apa kelayakan Ivy untuk mencampuri urusan agama Islam? Adakah kamu memahami Islam lebih daripada apa yang difahami oleh para mufti di negara ini? Buat Ivy, berhentilah mengeluarkan kenyataan bodoh yang boleh menaikkan kemarahan orang lain. Sebagai professional, kamu kena bersikap professional dan jika kamu tidak berpuas hati dengan mana-mana keputusan Majlis Fatwa di negara ini, pergilah berjumpa dengan para mufti dan ajukan segala pandangan anda. Islam bukanlah agama yang mengongkong umatnya tetapi Islam adalah agama yang membimbing umatNya ke arah kebaikan dan kejayaan. Peraturan yang dikenakan dalam Islam bukannya bertujuan untuk mengongkong atau menindas, sebaliknya hanyalah sebagai garis panduan untuk menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. To Ivy Joshua, please don’t repeat that ‘rubbish’ statement again.[The Women's Aid Organisation (WAO) is an independent, non-religious, non-governmental organisation based in Malaysia, committed to confronting violence against women.] Di bawah ini, sedutan ceramah Ustaz Zaharuddin mengenai betapa sukarnya sesuatu fatwa itu diputuskan kerana fatwa yang dikeluarkan mestilah bersandarkan kepada dalil, kajian dan perbincangan.